Halloween party ideas 2015
Tampilkan postingan dengan label Fr Ervino. Tampilkan semua postingan

In Memoriam Padre Marini SX

SEMUA FOTO: Pasroki St Matius Bintaro, Jakarta dan Skolastikat Xaverian


Kekasih yang selalu setia menemani dan menunggu kita adalah kematian. Dia akan selalu hadir dalam diri kita meski pun kita tidak merasakan kehadirannya. Yah, kematian adalah sebuah antrian, antrian yang tidak teratur, kapan saja kita bisa menjadi yang pertama meskipun kita berbaris di urutan terakhir.

Inilah sepenggal kalimat sebagaimana yang diungkapkan oleh Sinta Ridwan sang novelis muda sebagaimana yang ia goreskan dalam novelnya yang berjudul, catatan si gadis lupus.

Kepergian Padre Marini merupakan suatu ziarah dari antrian panjang menuju kematian. Kematian yang tidak bisa disangkal. Kehidupan manusia di dunia ini hanyalah persinggahan saja. Beliau sudah melewatinya. Meski pun demikian, kepergian seseorang yang kita cintai selalu meninggalkan duka.

Pastor Ciroi SX bersama para sahabat dalam misa requiem di Skolastikat


Padre Marini merupakan sosok yang sangat kalem, ramah, bijaksana dan memiliki optimisme yang besar.  Beliau adalah tipe orang yang bisa merangkul siapa saja baik di kalangan Katolik maupun dengan teman-teman yang berasal dari agama lain. Beliau betul-betul misionaris tulen yang menghayati spiritualitas pendiri secara radikal dalam hal membangun semangat dialog. Beliau juga dikenal sebagai pribadi yang memiliki semangat juang yang tinggi. Totalitasnya sebagai seorang misionaris tampak dari  penampilan kesehariaanya. Beliau  menanamkan nilai kesederhanaan, kerendahan hati, dan tidak mengharapkan lebih.

Beliau juga dikenal sebagi sosok pemimpin yang rendah hati yang tidak pernah menampilkan wajah kekuasaan. Di kalangan para frater, beliau dikenal sebagai perpustakaan berjalan dan kamus hidup. Wawasan yang luas membuat dia tahu banyak hal, sampai-sampai para frater kekuarangan pertanyaan. Penjelasan yang sistematis, terstruktur dan menggunakan bahasa yang sederhana membuat orang merasa puas dengan apa yang ia jelaskan.



Untuk mengenang kepergian beliau, umat Paroki St. Matius Penginjil Bintaro (tempat di mana beliau pernah berkarya) mengadakan misa requiem untuk mengiringi perjalanan sang bijak menuju rumah Bapa.  Perayaan ekaristi dilaksanakan hari Kamis, 25 Mei 2016. Misa diselenggarakan secara konselebasi, dengan selebran utama P. Gerris SX. Perayaan ekaristi dihadiri ratusan umat. Dalam homili, P. Daniel SX berbagi cerita, P. Marini adalah  seorang pemimpin yang rendah hati dan memiliki semangat yang tinggi. Banyak orang merasa nyaman ketika berada di dekatnya. Dia tidak pernah menunjukan wajah superioritas. Dia tipe orang yang bisa menerima dan merangkul siapa saja sebagai saudara.

Pastor Daniel SX di Paroki St Matius Bintaro


Pada hari Jumat, 27 Mei diadakan misa requem yang diselenggarakan di STF Driyarkara, di tempat di mana beliau pernah mengabdi. Beliau mengabdi di STF sejak 2004 hingga 2009. Perayaan Ekaristi dipersembahkan oleh P. Vitus Rubianto SX selaku wakil kepala satu. Misa diikuti hampir seluruh civita akademika STF Driyarkara beserta para dosen. Dalam homilinya P. Vitus Rubianto SX menegaskan, P. Marini adalah sosok bersahaja, rendah hati, dan selalu memiliki optimisme yang tinggi dalam hidupnya. Kerendahan hati dan kesederhanaan yang ia tampikan membuat ia dicintai banyak orang. Kita sungguh kehilangan sosok yang sangat bersahaja.

Pada sore harinya dirayakan misa di Skolastikat CPR 42. Dalam Perayaan ini turut hadir umat lingkungan St. Theresa, para penderma, sahabat Xaverian, mantan Xaverian, dan juga teman-teman dari agama lain.  Perayaan ekaristi dipersembahkan oleh P. Ciroi SX yang adalah sahabat karibnya sejak beliau masih frater. Pastor Ciroi memberikan kesaksian bahwa P. Marini adalah sosok yang berbeda dengan yang lain, dia memiliki  semangat kemiskinan yang tinggi dan totalitas dalam pelayaan. Bruder Wahsington SX yang kebetulan baru pulang  cuti dan hadir dalam perayaan ekaristi berkomentar, sangat sulit untuk menemukan kelemahan dalam diri P. Marini.



Dari semua kesaksian, ada tiga refren yang sering diulang berkaitan dengan karakter P. Marini  yaitu, renda hati, sederhana, dan bijaksana. Inilah kekayaan yang ditinggalkan P. Marini bagi kita yang masih berziarah di dunia ini.

Selamat jalan Pastor, semoga bahagia bersama Bapa di surga doakan kami yang masih berziarah di dunia ini.”

Fr.  Ervino Hebry H.

Semarak Natal & Tahun Baru  Komunitas CPR 42



Bulan Desember merupakan bulan yang super sibuk bagi penghuni komunitas CPR 42 Jakarta. Maklum, para frater sedang menghadapi ujian akhir semester. Perjuangan yang ditempuh selama enam bulan berakhir dengan pergulatan selama seminggu melalui ujian. Kesibukan tidak berhenti sampai di sini. Setelah ujian, Pekerjaan lain menati para frater.  Kali ini para frater mengikuti sebuah perlombahan besar  dan bergengsi yaitu lomba pembuatan kandang natal. Kali ini para frater dibagi ke dalam tiga kelompok besar dan yang menjadi juri dalam perlombahan ini adalah trio RAC (bukan trio macan yah)  yaitu  Rm. Ruby, Rm. Alfons dan yang terakhir adalah artis papan atas dari Friuli Rm. Ciroi, eitsz  maaf Pastor Ciroi maksudnya, (maklum  artis yang satu ini enggak suka dipanggil romo tau hehehe).


Dalam perlombahan ini, setiap kelompok diberi kebebasan untuk membuat kandang natal dengan gaya masing-masing, dan setiap kelompok wajib mempertanggungjawabkan hasil pekerjaannya (ini tidak jauh berbeda dengan ujian skripsi yah). Setiap pekerja pasti akan mendapat upah. Hal ini berlaku juga untuk kami. Melalui penilaian para juri, dewi fortuna akhirnya berpihak kepada kelompak  yang membuat kandang natal di ruang tamu yang anggotanya  Fr. Hebry, Fr. Gindo, Fr. Oncy, Fr. Lery dan Fr. Ivan. Kelompok yang satu ini pantas untuk keluar sebagai pemenang. Mereka mencoba menggambarkan kandang Natal seolah-olah Yesus lahir di tengah kota metropolitan (Jakarta) yang banyak diwarnai  dengan kenikmatan duniawi. Bertepatan dengan tahun kerahiman ilahi, kehadiran Yesus merupakan bentuk ajakan bagi umat yang telah jauh dari Allah untuk kembali ke panggkuan-Nya. Natal merupakan momen transformasi diri. Sangat teologis dan kontekstual bukan? (Ini merupakan kombinasi buah pemikiran para frater yang jurusan filsafat dan teologi hehehe).

Sesuai dengan kesepakatan bersama pada rapat keluarga, komunitas mengadakan  misa bersama pada malam natal dan pada hari natal para frater merayakan natal di paroki. Misa pada malam natal berlangsung aman dan meriah. Kali ini, keluarga besar ibu Joice turut memeriahkan perayaan natal di komunitas. Perayaan  ekaristi dimulai pukul 21.00 WIB. Setelah perayaan ekarisi, para frater  melanjutkan dengan acara rekreasi bersama hingga pukul 12.00 WIB.


Kesibukan dan kemeriahan bulan Desember ditutup dengan acara tahun baru bersama. kali ini, komunitas Cempaka menjadi tuan rumah dan menjadi tamu sebagaimana lazimnya adalah komunitas Bintaro. Perayaan tahun baru kali ini sedikit lebih meriah dibandingkan tahun baru sebelumnya mungkin  karena situasi, kondsi dan domisili (Sikondom). Perayaan tahun baru kali ini diawali dengan turnamen futsal yang diikuti oleh keempat tim yang merupakan gabungan komunitas CPR dan Bintaro. Kategori yang dimenangkan dalam turnamen ini adalah juara satu dan dua, pemain terbaik,  dan top score. Gelar bergengsi akhirnya dimenangkan oleh club Bayern Muncen  yang dipimpin oleh Fr. Selles.  Pemain terbaik dinobatkan kepada Fr. Ardin.


Penobatan ini  merupakan sebuh kejutan, maklum Fr. Ardin banyak menikmati masa-masa indahnya di bangku cadangan hehehe. Top score dimenangkan oleh Fr. Oncy berhasil membobol gawang lawan dengan perolehan  8 gol, good job bro.  


Setelah pertandingan diadakan acara vesper bersama dan dilanjutkan dengan  acara santap malam bersama. Tepat pukul 21. 00 WIB diadakan adorasi bersama yang dipimpin oleh Sekretaris Nuncius. Dalam renungan singkatnya beliau berpesan, semoga tahun baru menjadi momen transformasi diri, sehingga sebagai imam dan calon imam kita senantiasa mempunyai semangat baru dalam memulai kerasulan kita. Tahun kerahiman Ilahi juga menjadi batu pijakan bagi kita untuk menampilkan wajah kerahiman Allah dalam hdup komunitas dan gereja. Setelah adorasi bersama dilanjutkan dengan acara tombola acara yang dinanti-nantikan karena bertabur banyak hadiah. Puncak acara tentunya  pada detik-detik terakhir pergantian tahun. Para frater berkumpul dan  berbaur dengan warga di lapangan futsal sambil bernyanyi dan bergoyang bersama. Selamat tinggal 2015, selamat datang tahun 2016.

Fr. Ervino Hebry Handoko
Komunitas Filsafat CPR 42 Jakarta



KERAHIMAN ALLAH MENDESAKKU UNTUK MENCINTAI
 
FOTO-FOTO: Dokumen Xaverian Jakarta


Kalimat di atas merupakan tema yang diangkat dalam rangkaian Perayaan Syukur Pelindung Serikat Xaverian yang dilaksanakan pada tanggal 6 Desember 2015 di komunitas Novisiat Bintaro. Tema ini diangkat sebagai bentuk kepedulian terhadap Tahun Kerahiman yang akan dibuka dua hari mendatang.  Sebagaimana biasanya, yang menjadi tamu kehormatan adalah para penderma. Perayaan syukur ini  diawali  dengan penjelasan singkat mengenai keadaan Serikat Xaverian di Indonesia dan juga kondisi para konfrater Xaverian yang bermisi di luar negeri yang disampaikan oleh Romo Yakobus, SX. Presentasi dilanjutkan dengan penjelasan singkat berkaitan dengan pekembangan anggota PAX (Persekutuan Awam Xaverian) dengan berbagai program yang akan mereka laksanakan. Presentasi tersebut disampaikan oleh Ibu Anna Handoyo, sekretaris PAX.

Sebelum perayaan ekaristi, para undangan dihibur dengan berbagai acara yang ditampilkan oleh Komunitas Filsafat CPR 42 dan Komunitas Bintaro. Komunitas Filsafat menampilkan mata acara vocal group sedangkan Komunitas Bintaro menampilkan acara yang tidak kalah menarik yaitu drama musikal. Kali ini,  tidak tanggung-tanggung kamunitas Bintaro mengndang  Indy sebagai bintang tamu. Cara ini merupakan jurus hebat untuk mematahkan dominasi komunitas CPR 42 yang selalu tampil apik dalam membawakan acara. Drama musikal menampilkan perjuangan seorang remaja dalam menentukan arah hidupnya, pergolakan asmara mewarnai langkah hidupnya hingga ia tertatih-tatih dalam menjawab panggilan Tuhan. Alur cerita  menampilkan adegan yang diwarnai aneka ketegangan layaknya film Holywood  namun diselingi dengan drama cinta ala Korea sehingga membuat cerita mengalir dan penuh inspiratif. Kali ini,  Komunitas Bintaro keluar sebagai  sang juaranya. (maklum para Fr CPR 42 sedang sibuk menghadapi UAS, jadi acaranya dipersiapkan secara mendadak tanpa persiapan yang matang).


Perayaan ekaristi dimulai pukul 11. 00.  Rm. Vitus Rubianto, SX rektor skolastikat menjadi selebran utama menggantikan posisi Romo Anton, SX selaku provinsial Xaverian di Indonesia. (Romo Anton memimpin perayaan ekaristi di Komunitas Tunas Xaverian Jogyakarta). Dalam homilinya, beliau menekankan  perlunya pembaharuan semangat dalam karya pelayanan. Pembaharuan itu tidak terlepas dari semangat sang pelindung. Bara api yang membara pada dada Fransiskus merupakan luapan semangat yang berkobar-kobar untuk mewartakan ajaran Kristus kepada segala mahkluk. Berkenan dengan tahun kerahiman, sangat menarik bagi kita untuk mempersiapkan diri demi pewartaan yang sejati sehingga pewartaan itu sesuai dengan misi yang diharapkan. Rangaian perayaan syukur tersebut diakhiri dengan acara santap siang bersama.

Fr. Ervino Hebry Handoko

Komunitas Skolastikat Filsafat Cempaka Putih Raya 42 Jakarta
Diberdayakan oleh Blogger.